Papandayan
berada di kabupaten Garut. Gunung bertipe Stratovolcano ini saat sebelum
meletus pada tahun 2002 mempunyai empat buah kompleks kawah besar tapi saetelah
meletus kawah ini menjadi sebuah areal kawah yang cukup besar, dan kawah ini
terlihat jelas dari kejauhan. Kompleks kawah gunung Papandayan ini bisa
didatangi oleh masyarakat umum yang bukan pendaki gunung sekalipun, ini
dimungkinkan karena adanya jalan aspal mulus yang membentang dari bawah hingga
kedekat kawah gunung ini.
Pendaki bisa
memarkir kendaraannya di pelataran parkir yang cukup luas dan berjalan kaki
sekitar 5 menit dari parkiran dan setelah itu akan memasuki kawasan kawah
gunung ini yang dikenal dengan sebutan Kawah Mas. Di kawasan parkir banyak
terdapat warung-warung yang menjual makanan dan selain di kawasan ini didekat
alun-alun Pondok Salada juga ada sebuah warung.
Mekipun
untuk mencapai kawasan kawah gunung ini bisa didatangin dengan kendaraan, bagi
para pendaki gunung tantangan di gunung ini masih ada, yaitu jalur trekking
dari alun-alun Pondok Salada hingga kepuncak gunung ini dan kemudian turun
melipiri punggungan puncak gunung ini dan jalan setapak dari jalur ini berakhir
di belakang daerah parkiran kendaraan. Jalur trekking ini memakan waktu kurang
lebih 6 jam.
Bagi yang
membawa kendaraan pribadi, dari Kota garut belokan kendaraan anda menuju arah
Cijulang dan dipertigaan Cisurupan ambil jalan yang lurus jangan berbelok ke
kiri, sebagai patokan di pertigaan Cisurupan ini ada Plang selamat datang di
Gunung Papandayan.
JALUR TREKKING KE PUNCAK
Parkiran – Alun-alun Pondok Salada
Dari
parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian membelah kawah,
hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat terdapat bagian yang gembur
dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa terperosok. Kemudian jalur setapak
membelok kekanan dan saat keluar dari komplek kawah ini jalan setapak terus
mendatar hingga sampai di sebuah warung and disini terdapat sebuah lapangan
yang cukup menampung lebih dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada
bisa ditemukan didepan warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung
ini kita akan sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil
berair jernih hanya mengandung belerang.
Dari Pondok
Salada jalur setapak mendaki sebuah punggungan yang ada didepan pondok salada,
keadaan jalur setapaknya sedikit hancuran banyak batu-batu besar seperti aliran
sungai kering. Setelah menyelesaikan etape tanjakan yang cukup curam ini jalan
setapak menjadi datar dan kemudian berbelok ke kiri dan kemudian menyusuri
punggungan. Hati-hati saat menyusuri pungungan ini karena di sebelah kiri
jurang dalam yang berjarak hanya seengah meter dari jalan setapak. Tak lama
setelah keluar dari kawasan hutan yang tidak begitu lebat, kita akan sampai
disebuah alun-alun yang cukup besar. Yang dikenal dengan nama Alu-alun Tegal Alur,
di bagian ujung dari alun-alun ini (di hitung dari tempat kita muncul) ada
sebuah sungai kecil yang mengalir jernih. Sebelum mencapai alun-alun ini
terlebih dahulu kita akan melewati sebuah lapangan mirip sebuh kawah mati.
Tegal Alur – Puncak Dari tegal Alur jalan setapak menuju arah puncak berada di
seberang sungai kecil, jalan setapak yang tiak begitu jelas ini kemudian
membelok kearah kanan memasukui hutan, Hati-hati saat berada di kawasan ini
mungkin karena jalur ini jarang di tempuh sehingga terkadang jalur
jalansetapaknya tiba-tiba menghilang tapi jika jeli kita akan banyak menemukan
string line atau ikatan tali raffia berwarna merah dan bitu yang di ikatkan
pada ranting pohon sebagai penanda jalan. Dikawasan puncak Gunung Papandayan
tidak banyak yang bisa dinikmati selain pemandangan kawah. Dipuncak ini tidak
ada tiang trianggulasi nya atau tiang penunjuk ketinggian. Tidak ada tanda
selain saat sampai di puncak gunung ini jalan setapak seterusnya akan menurun.
Jika anda membawa altimeter atau GPS makan akan mudah menentukan puncaknya.
Puncak gunung ini hanya pelataran kecil saja dan tersamar dengan jalan setapak
yang membelahnya.
Puncak – Parkiran
Dari puncak
jalan setapak kemudian menurun, lama-kelamaan jalan setapaknya turun curam
mengikuti gigiran punggungan puncak hati-hati dengan langkah anda karena
disebelah kiri jurang menganga kea rah kawasan kawah. Jalan setapak di kawasan
ini banyak ditumbuhi oleh rimbunnya tumbuhan dan pohon yang banyak
ranting-ranting an dahan yang menjorok hinga ketanah sehingga saat melewati
etape ini kita harus membungkuk dan terkadang merangkak. Dari puncak ke
parkiran butuh waktu sekitar tiga jam dan kita akan muncul di bagian belakang
parkiran ada sebuah sungai yang mengalir dan airnya jernih.
Perijinan
Tidak susah
hanya saat memasuki kawasan anda dikenakan retribusi Rp.3.000,- per orangnya.
Untuk kendaraan jika anda membawa kendaraan dan menginap anda bisa memberikan
uang jasa menjaga kendaraan pada tukang pakirnya.
TEMPAT-TEMPAT MENARIK
Dikawasan
gunung Papandayan ini ada beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi yaitu:
Kawasan Kawah
Kawasan
kawah ini cukup menarik di telusuri namun anda harus hati-hati, dibeberapa
temat ada Lumpur belerang yang sangat baik untuk penyakit kulit.
Alun-alun Pondok Salada
Di alun-alun
ini dulunya sebelum letusan tahun 2002 banyak terdapat bunga abadi edelweiss
tapi setelah letusan bunga tersebut hingga saat ini belum tumbuh lagi, namun
Susana dikawasan ini dan bentangan alamnya sangat menarik untuk dinikmati.
Alun-alun Tegal Alur
Tegal Alur
sebuh alun-alun yang cukup besar dari sini kita bisa mengedarkan pandangan
kearah kawah dan puncak terlihat jelas juga dari sini.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar